WAY KANAN --- Pemerintah Provinsi Lampung resmi memulai realisasi perbaikan infrastruktur jalan di Kabupaten Way Kanan pada tahun 2026. Langkah ini ditandai dengan groundbreaking sekaligus peninjauan langsung oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, di Desa Gunung Sari, Kecamatan Rebang Tangkas, Rabu (8/4/2026).
Pembangunan ini menjadi kunci utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, memangkas waktu tempuh, dan mendorong pertumbuhan ekonomi baru yang selama ini terkendala oleh buruknya aksesibilitas.
Nilai Anggaran dan 3 Paket Pekerjaan Prioritas
Pada tahun 2026, Pemprov Lampung mengalokasikan total anggaran mencapai Rp 172,2 miliar untuk perbaikan infrastruktur jalan di Way Kanan. Anggaran tersebut mencakup 7 paket kegiatan untuk penanganan jalan sepanjang 20,20 kilometer yang tersebar di berbagai ruas strategis.
Sebagai tahap awal pelaksanaan, terdapat tiga paket pekerjaan prioritas yang resmi mulai dikerjakan:
1. Ruas Kasui–Air Ringkih: Total penanganan efektif sepanjang 5,64 kilometer (terbagi dalam dua segmen) dengan anggaran Rp 53,319 miliar. Pembangunan menggunakan konstruksi rigid pavement (beton).
2. Ruas Tegal Mukti–Tajab: Total penanganan efektif sepanjang 8,937 kilometer dengan anggaran **Rp 67,017 miliar** menggunakan konstruksi flexible pavement (aspal).
3. Ruas Sp. Sopoyono–Serupa Indah: Total penanganan efektif sepanjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 7,651 miliar menggunakan konstruksi flexible pavement (aspal).
Fokus Strategis Ruas Kasui–Air Ringkih: Pangkas Waktu Tempuh 1,5 Jam
Perhatian khusus diberikan pada ruas Kasui–Air Ringkih. Ruas ini memiliki panjang keseluruhan 26,295 kilometer dengan tingkat kemantapan jalan yang baru mencapai 45,03 persen. Selama lebih dari satu dekade, sebagian ruas jalan ini bahkan belum pernah tersentuh aspal.
Selain peningkatan kualitas jalan menjadi rigid pavement, proyek di ruas ini juga mencakup pelebaran badan jalan dari 3,5 meter menjadi 6 meter, dengan tambahan bahu jalan masing-masing 1 meter di sisi kanan dan kiri, sehingga total lebar jalan mencapai 8 meter.
Pembangunan ruas ini memiliki nilai strategis lintas provinsi. Jika nantinya tersambung penuh hingga perbatasan Sumatera Selatan, ruas ini diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh sekitar 1,5 jam perjalanan dari Muara Dua (Sumsel) menuju Bandar Lampung, tanpa harus memutar melalui Martapura.
Pesan Tegas Gubernur: Ini Wujud Doa Masyarakat
Melihat kondisi jalan yang memprihatinkan selama belasan tahun, Gubernur Mirza memberi peringatan tegas kepada pelaksana proyek. Ia meminta pekerjaan dilakukan dengan kualitas terbaik sesuai spesifikasi teknis.
“Kurang lebih 15 tahun jalan ini tidak diperbaiki. Masyarakat sudah sangat sabar menahan kondisi jalan rusak. Ini bukan hanya soal kontrak pekerjaan, tapi ini adalah wujud dari doa-doa masyarakat. Jangan sampai hasilnya mengecewakan,” tegas Gubernur Mirza.
Ia juga menyoroti pentingnya sistem drainase untuk menjamin keawetan jalan. “Kalau dijaga dengan baik, jalan ini bisa bertahan hingga 20 tahun. Tapi harus dijaga bersama, terutama aliran airnya,” tambahnya.
Urat Nadi Ekonomi Warga yang Hidup Kembali
Bagi masyarakat setempat, perbaikan ini adalah jawaban atas doa panjang dan keluhan lintas generasi. Kepala Kampung Gunung Sari, Malik Irsan, menyatakan bahwa jalan tersebut adalah urat nadi aktivitas masyarakat, terutama di Rebang Tangkas yang merupakan salah satu sentra penghasil sawit di Way Kanan.
"Kami sudah menunggu ini berpuluh-puluh tahun, bahkan sudah menjadi cerita turun-temurun di tengah masyarakat. Ketika jalan rusak, semua terdampak, dari petani, pedagang, sampai aktivitas sosial. Mewakili masyarakat, kami sangat berterima kasih karena merasa diperhatikan," jelas Malik.
Senada dengan Malik, salah seorang warga dan petani sawit, Khoiri Mashudi, mengungkapkan betapa kerusakan jalan selama bertahun-tahun sangat menekan pendapatan warga akibat tingginya biaya logistik dan lamanya waktu tempuh.
"Kalau jalannya bagus, tentu hasil panen bisa lebih cepat sampai dan biaya angkut juga lebih ringan. Harapannya, pembangunan ini dilakukan secara menyeluruh dan tidak terputus-putus," tutup Khoiri.
Dengan dimulainya perbaikan tiga ruas jalan ini, Pemprov Lampung berharap mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian dapat berjalan lancar, sekaligus membuka gerbang kesejahteraan ekonomi yang lebih merata di Kabupaten Way Kanan.
