Wagub Jihan Groundbreaking Jalan Pattimura, Infrastruktur Metro Dikebut hingga September 2026
Pemerintah Provinsi Lampung mulai membangun ruas Jalan Pattimura di Kota Metro dengan anggaran Rp9,355 miliar. Proyek sepanjang 1,1 kilometer itu menjadi bagian dari strategi pemprov memperkuat konektivitas kawasan tengah Lampung sekaligus menjaga tingkat kemantapan jalan provinsi di Kota Metro yang sudah mencapai 92,64 persen.
Groundbreaking pembangunan dilakukan Wakil Gubernur Jihan Nurlela di Kecamatan Metro Utara, Senin, 11 Mei 2026.
“Hari ini kita melakukan groundbreaking pembangunan Jalan Pattimura, ruas jalan provinsi yang ada di Kota Metro,” kata Jihan.
Jalan Pendek, Beban Lalu Lintas Tinggi
Meski panjang penanganan hanya sekitar 1,1 kilometer, ruas Jalan Pattimura memiliki posisi strategis dalam jaringan transportasi Kota Metro. Jalan sepanjang total 3,5 kilometer itu menjadi penghubung kendaraan dari jalur Lintas Timur dan kawasan Kota Gajah menuju pusat aktivitas ekonomi Metro.
Data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung menunjukkan kerusakan jalan dipicu kombinasi dua faktor: buruknya drainase dan tingginya volume kendaraan berat yang melintas melebihi kapasitas jalan.
Kepala Dinas BMBK M. Taufiqullah mengatakan pemerintah memilih konstruksi rigid pavement atau beton untuk meningkatkan daya tahan jalan.
“Kami telah mengalokasikan pagu anggaran untuk ruas Jalan Pattimura sebesar Rp10,4 miliar untuk tahun ini, dengan nilai kontrak pengerjaan sebesar Rp9,3 miliar,” ujarnya.
Jika dihitung berdasarkan nilai kontrak dan panjang penanganan efektif, biaya pembangunan Jalan Pattimura mencapai sekitar Rp8,5 miliar per kilometer. Selain pengecoran jalan, proyek juga mencakup pembangunan drainase serta bahu jalan selebar 1,2 hingga 1,4 meter.
Kemantapan Jalan Metro Ditarget Naik
Secara statistik, kondisi jalan provinsi di Kota Metro sebenarnya relatif lebih baik dibanding banyak daerah lain di Lampung. Tingkat kemantapan jalan di kota ini telah mencapai 92,64 persen.
Namun, Pemerintah Provinsi Lampung tetap memprioritaskan Jalan Pattimura karena tingginya mobilitas kendaraan dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Setelah proyek selesai, tingkat kemantapan jalan provinsi di Kota Metro ditargetkan naik menjadi 96,84 persen. Artinya, terdapat kenaikan sekitar 4,2 persen dari kondisi saat ini.
Angka itu menunjukkan bahwa meski panjang penanganan tidak terlalu besar, pengaruh ruas Pattimura cukup signifikan terhadap kualitas jaringan jalan provinsi di Metro secara keseluruhan.
Infrastruktur dan Aktivitas Ekonomi Kota
Jalan Pattimura selama ini menjadi jalur utama penunjang perdagangan, jasa, pendidikan, pertanian, hingga UMKM dan sektor kuliner di Metro Utara. Kerusakan jalan tidak hanya mempengaruhi kenyamanan pengguna kendaraan, tetapi juga berdampak pada biaya distribusi dan waktu tempuh aktivitas ekonomi.
Pemprov Lampung menilai perbaikan ruas tersebut penting untuk menjaga peran Metro sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan tengah Lampung.
Jihan mengatakan pembangunan infrastruktur jalan pada 2026 dilakukan secara bertahap di seluruh kabupaten/kota di Lampung. Menurut dia, meski Metro tidak memperoleh alokasi sebesar daerah dengan kerusakan jalan berat seperti Lampung Tengah atau Tulang Bawang, pemerintah tetap memberi perhatian terhadap kualitas jalan di kota tersebut.
“Kami minta kualitas pengerjaan benar-benar sesuai spesifikasi,” kata Jihan.
Ia juga meminta kontraktor mempercepat penyelesaian proyek. Secara kontrak, pembangunan ditargetkan selesai pada Desember 2026, namun pemerintah berharap pengerjaan dapat rampung lebih cepat pada September 2026.
Fokus Perbaikan Drainase
Berbeda dengan sejumlah proyek jalan lain yang kerusakannya didominasi faktor usia konstruksi, kasus Jalan Pattimura memperlihatkan masalah klasik perkotaan: drainase.
Menurut BMBK, genangan air menjadi salah satu penyebab utama kerusakan perkerasan jalan. Karena itu, pembangunan drainase dimasukkan sebagai bagian utama proyek, bukan sekadar pelengkap.
Untuk ruas sisi kiri jalan yang belum ditangani permanen, pemerintah akan melakukan pemeliharaan rutin berupa penambalan aspal agar keselamatan pengguna jalan tetap terjaga.
Selain Jalan Pattimura, Pemprov Lampung juga menyiapkan pembangunan ruas Jalan Soekarno-Hatta di Kota Metro dengan anggaran Rp1 miliar untuk penanganan sepanjang 100 meter di kawasan depan SPBU. Proyek tersebut saat ini masih dalam proses lelang.












