TULANG BAWANG – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meninjau langsung percepatan perbaikan ruas jalan Gedong Aji–Umbul Mesir dan Simpang Unit VIII–Gedong Aji di Kabupaten Tulang Bawang pada Selasa (3/3/2026). Peninjauan ini menandai dimulainya proyek pembenahan infrastruktur berskala besar di kawasan lumbung pangan tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung telah mengalokasikan anggaran senilai Rp 130 miliar untuk membenahi kerusakan jalan sepanjang 40 kilometer ini. Proyek strategis tersebut ditargetkan akan tuntas sepenuhnya secara bertahap pada tahun 2028.
Untuk tahun 2026, pemerintah daerah memfokuskan pengerjaan pada pengecoran beton (rigid pavement) di sejumlah titik jalan yang kerusakannya paling parah. Sementara itu, ruas jalan yang belum dibeton pada tahun ini akan ditutup menggunakan material dasar lapis fondasi (base).
Guna mempercepat realisasi fisik di lapangan, Pemprov Lampung mengambil langkah taktis dengan memajukan jadwal lelang proyek. Tender yang sedianya baru akan digelar pada bulan Mei ditarik lebih awal ke bulan Maret.
"Kita percepat tendernya agar alat berat bisa segera turun pada awal April. Area yang belum terjangkau beton akan ditutup dengan base supaya tidak ada lagi mobil pengangkut yang terperosok," tegas Gubernur Mirza di lokasi peninjauan.
Kebijakan percepatan ini didasari oleh urgensi penyelamatan perputaran ekonomi di Kecamatan Rawa Pitu. Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai sentra utama penghasil komoditas padi, kelapa sawit, dan karet di Provinsi Lampung.
Kondisi jalan yang hancur selama lebih dari 30 tahun kerap membuat harga jual hasil panen warga anjlok akibat membengkaknya biaya angkut logistik. "Kita ingin jalan ini segera diperbaiki tahun ini supaya harga komoditas tidak nyungsep dan masyarakat bisa makmur," tambah Gubernur.
Langkah konkret pemerintah daerah ini disambut antusias oleh masyarakat dan perangkat desa setempat. Kepala Desa Sumber Agung, Sahel S., menilai perbaikan jalan ini merupakan urat nadi kehidupan bagi sekitar 3.000 warganya yang selama puluhan tahun kesulitan akses.
Pembangunan infrastruktur beton ini diproyeksikan membawa dampak ekonomi yang signifikan dan berkelanjutan bagi wilayah Tulang Bawang. Akses transportasi darat yang mulus akan memangkas biaya operasional logistik, menstabilkan harga jual komoditas di tingkat petani, dan pada akhirnya mendongkrak taraf kesejahteraan masyarakat setempat.
