Gubernur Mirza Lakukan Groundbreaking Ruas Jalan Brabasan–Wiralaga, Perkuat Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah Provinsi Lampung mulai membangun ruas jalan Brabasan–Wiralaga di Kabupaten Mesuji dengan nilai proyek Rp100 miliar. Ruas sepanjang 8,825 kilometer yang dibangun tahun ini menjadi bagian dari jalur penghubung strategis antara Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan, terutama Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Groundbreaking proyek dilakukan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal di Desa Sido Mulyo, Kecamatan Mesuji, Rabu, 6 Mei 2026. Menurut dia, jalan tersebut merupakan "wajah pertama" Lampung bagi kendaraan dari arah Sumatera Selatan.

"Begitu orang masuk Lampung, kesannya harus langsung terasa, jalannya sudah bagus," kata Mirza dalam sambutannya.

Jalan Perbatasan, Beban Berat

Data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung menunjukkan ruas Brabasan–Wiralaga memiliki total panjang 29,443 kilometer. Dari total itu, sekitar 8,6 kilometer berada dalam kondisi rusak dan menjadi prioritas penanganan tahun ini.

Pemerintah provinsi justru membangun sedikit lebih panjang dari titik kerusakan, yakni 8,825 kilometer. Konstruksi yang digunakan adalah rigid pavement atau beton dengan lebar jalan ditingkatkan dari sekitar 5 meter menjadi 8,4 meter.

Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung M. Taufiqullah mengatakan karakter lalu lintas di jalur tersebut didominasi kendaraan angkutan hasil perkebunan.

"Dari total panjang 29 kilometer, kerusakan yang ditangani sekitar 8,6 kilometer. Tahun ini kita kerjakan 8,8 kilometer, jadi lebih dari kebutuhan kerusakan yang ada," ujarnya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, jalur Brabasan–Wiralaga menjadi akses utama distribusi hasil perkebunan sawit, karet, dan singkong dari kawasan Mesuji menuju lintas antarprovinsi. Tingginya tonase kendaraan menjadi salah satu alasan pemerintah menggunakan konstruksi beton.

Mirza bahkan meminta kualitas jalan mampu bertahan minimal 15 tahun. Target itu lebih tinggi dibanding umur rata-rata jalan dengan beban berat di sejumlah wilayah perkebunan yang kerap mengalami kerusakan dini akibat over dimension over loading (ODOL).

Ketimpangan Infrastruktur Mesuji

Kabupaten Mesuji termasuk wilayah paling utara di Lampung dan berbatasan langsung dengan Sumatera Selatan. Jaraknya sekitar 200 kilometer dari Bandar Lampung, pusat pemerintahan provinsi.

Data Pemprov Lampung mencatat Mesuji hanya memiliki dua ruas jalan provinsi dengan total panjang 41,045 kilometer. Dari angka itu, tingkat kemantapan jalan saat ini baru mencapai 78,99 persen.

Artinya, masih terdapat sekitar 21 persen ruas jalan provinsi di Mesuji yang belum masuk kategori mantap. Pemerintah menargetkan tingkat kemantapan ruas Brabasan–Wiralaga mencapai 100 persen pada akhir 2026 setelah proyek selesai.

"Mesuji memang jauh, tapi tidak boleh jauh dari pembangunan," kata Mirza.

Pernyataan itu menunjukkan arah kebijakan pembangunan infrastruktur Pemprov Lampung yang mulai menitikberatkan kawasan perbatasan dan hinterland produksi, bukan hanya kawasan perkotaan.

Target Selesai Lebih Cepat

Proyek Brabasan–Wiralaga ditargetkan selesai dalam 240 hari kalender atau sekitar delapan bulan. Namun pemerintah provinsi meminta percepatan agar pembangunan rampung pada September 2026, lebih cepat dibanding target kontrak normal.

Bupati Elfianah menyebut pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat Mesuji karena menjadi urat nadi aktivitas ekonomi warga.

Menurut dia, dampak proyek tidak hanya berkaitan dengan transportasi, tetapi juga biaya distribusi barang, akses pendidikan, hingga pengembangan UMKM desa.

"Ini bukan hanya soal akses, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, hingga UMKM," kata Elfianah.

Secara ekonomi, perbaikan konektivitas Mesuji diperkirakan akan mempercepat arus logistik komoditas perkebunan menuju pasar regional Sumatera bagian selatan. Infrastruktur jalan yang lebih baik juga berpotensi menurunkan biaya operasional kendaraan dan waktu tempuh distribusi hasil produksi masyarakat.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda